Selain mengunjungi beberapa tempat
wisata di kota Lampung, seperti Taman Dipangga Lampung, Menara Siger, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Pantai
Tanjung Setia, dan lain sebagainya, aku dan teman-teman ku berburu kuliner di kota yang terkenal dengan tempat pelatihan dan penangkaran gajahnya
yang berada di kawasan Way Kambas.
kami pecinta kuliner mengunjungi
sebuah rumah makan untuk mencicipi makanan khas Lampung, Seruit. Apakah kamu
pernah mendengar atau mengetahui masakan ini?
Awalnya aku juga nggak tahu, kami
hanya memesan menu ini karena rekomendasi pelayan rumah makan tersebut.
Katanya, makanan ini adalah makanan favorit yang sering diburu oleh para
wisatawan. Aku jadi penasaran untuk melihat seperti apa Seruit ini. Akhirnya
setelah makanan dihidangkan, aku barulah tahu Seruit itu bentuknya seperti
apaan.
Seruit adalah ikan belide, baung,
layis atau jenis ikan besar lainnya yang dibakar atau digoreng dan dicampur
dengan sambel terasi, tempoyak, dan irisan manga yang membuat lidah bergoyang.
Seruit dihidangkan dengan lalapan. Sedangkan minumannya sendiri adalah Serbat
yang adalah jus buah manga kwini. Rasa yang pedas dari seruit akan larut dengan
rasa manis dari serbat ini. Yang pasti menu ini emang maknyus.
Bahan:
- 10 buah cabai merah
- 3 siung bawang merah
- 1 sdt terasi yang telah dibakar
- 1 sdt garam
- 1 sdm gula pasir
- 2 buah mangga kuini, cincang kasar
Cara Membuat:
- Cabai, bawang merah, dan terasi diulekkasar, beri garam dan gula.
- Masukkan cincangan mangga kuini,aduk hingga rata. Hidangkan.
gimana kawan pengen nyobain engga nihhh......
ayo maen kelampung.........
ayo maen kelampung.........
Seruit itu adalah makanan khas Lampung.
Di rumah biasanya saya mencampur sambal terasi pedes, tempoyak, terong
ungu rebus, ikan bakar/goreng, dan di lengkapi beberapa lalapan rebus
atau mentah untuk di nikmati, sehingga bisa di namakan Seruit. Rasanya?
rasa jangan di tanya, setiap kali bikin seruit, nyeruit bareng
keluarga itu saya bisa nambah sampai 2-3 kali makan. Yang bikin enak
seruit itu adalah campuran Tempoyak yang terbuat dari Duren yang di
fermentasi. Rasanya itu asem-asem manis, di campur dengan sambal yang
super pedes..waaaahhh.. jangan harap saya nengok kalau di panggil pas lagi makan…hahaha.
Semakin lama tempoyak di simpan, semakin
enak rasanya..semakin pedes sambel yang di bikin seruit..semakin
mantaff… apalagi kalau sambalnya itu di buat pake tomat cerry (di
Lampung namanya Rampai- di kampungku yang notabene kebanyakan orang
Palembang, Tomat cerry ini namanya cung kedire)
Bikin sambal menggunakan tomat cerry
lebih menggunggah selera dari pada pakai tomat buah. Tomat cerry itu
lebih asam yang kalau di campur pedes pasti enak yah.
Kopi? nyeruput kopi yang hangat dan manis
setelah nyeruit bareng itu juga sebuah kepuasan yang tak terhingga.
Rasa pedes dari seruit di hapus dengan kopi yang manis dan hangat
membuat lidah menari-nari. Jiah..agak lebay yah.. padahal saya jarang
ngopi..hihi.
Kalau ngopi itu saya lebih seneng kopi
hitam, bukan instan yang sudah di campur susu, kreamer atau lainnya.
Kopi hitam itu lebih nikmat menurut saya.
Okdehh..postingan ini agak basi
sebenernya. Karena saya bingung mau posting apa, dari minggu
kemarin-kemarin males banget buat update blog. Seperti hidup saya mulai
membosankan.
Dan karena semalam, di rumah abis nyeruit
bareng ngabisin tempoyak kiriman dari ibuku tahun lalu..sedikit membuat
semangat saya terbakar lagi karena kepedesan..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar